Kumpulan artikel ringan untuk menemani proses refleksimu. Bukan tulisan akademis — hanya renungan sederhana tentang keseharian.
Overthinking bukan berarti kamu lemah. Otak kita memang dirancang untuk waspada, tapi kadang alarmnya terlalu sensitif. Yuk kenali pemicu dan cara perlahan meredamnya.
Baca selengkapnyaSuara kecil yang suka mengkritik — “gak becus”, “malu-maluin” — sebenarnya ingin melindungimu. Pelajari cara berdialog dengan inner critic tanpa didikte.
Baca selengkapnyaBerkata “tidak” bukan berarti egois. Batasan yang sehat justru menjaga hubungan tetap hangat dan saling menghargai. Simak cara memulai tanpa rasa bersalah.
Baca selengkapnyaRasa takut gagal seringkali datang dari asumsi bahwa kegagalan = tidak berharga. Padahal, gagal adalah data, bukan vonis. Mari ubah cara pandang kita.
Baca selengkapnyaSelf-forgiveness bukan melupakan, tapi melepas beban yang tidak perlu kamu pikul terus-menerus. Sebuah catatan untuk kamu yang masih menyalahkan diri.
Baca selengkapnyaBudaya serba cepat membuat kita lupa bahwa pertumbuhan butuh waktu. Refleksi kecil tentang menghargai setiap langkah, sekecil apa pun.
Baca selengkapnyaCatatan: Semua artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan refleksi, bukan panduan klinis. Jika kamu butuh bantuan profesional, hubungi psikolog atau layanan kesehatan mental.
Baca batasan layanan →